welcome
selamat datang
dan selamat bergabung
di website jurusan sosiologi
universitas sebelas maret
surakarta jateng indonesia

untuk kontak dengan kami : klik
e-administration
Silahkan akses link terkait : klik
kontak
jurusan sosiologi
universitas sebelas maret
ir. sutami 36 a kentingan surakarta jateng indonesia

[t] 0271.637277
[f] 0271.635103

[e] sosiologi@fisip.uns.ac.id
arsip

Posts Tagged ‘lab-sosio’

Kuliah Tamu

Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNS menyelenggarakan Kuliah Tamu  dengan mendatangkan narasumber seorang  Sosiologi Kebudayaan yaitu Andreas Budi Widyanta. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 13 September 2014 Jam 08.30 – 11.30 WIB di Ruang Aula FISIP UNS.

Bincang Buku

Bincang buku kali ini (22/05/2013) menghadirkan Wahyu Budi Nugroho-Jogya yang menulis : Orang Lain Adalah Neraka, Sosiologi Eksistensialisme Jean Paul Sartre (2013). Diskusi distimulasi oleh Siti Zunariyah, dilanjutkan dengan presentasi Wahyu tentang pokok-pokok bukunya yang mencoba mengurai konsepsi eksistensialisme Sartre. Diskusi berlanjut dengan hangat bersama teman-teman Himasos.

Eksistensialisme merupakan salah satu cabang besar filsafat barat yang saat ini hampir terlupakan oleh kaum akademisi. Perkembangan teori-teori sejak marxisme, neo marxixme, bahkan postmarxisme sama sekali tak menyinggung konsep interaksi sosial filsafat eksistensialisme. Padahal Sartre sebagai salah satu filsuf penting eksistensialisme sebenarnya memiliki perspektif ontologism yang radikal mengenai konsep interaksi sosial. Konsep-konsepnya tentang etre en soi dan etre pour soi meradikalkan perspektif mikrososiologi klasik, modern, kritis dan post modern. Buku ini berupaya memaparkan bagaimana perkawinan antara disiplin sosiologi dengan filsafat eksistensialisme tersebut terjadi. Disini dibahas simpul-simpul penting pemikiran Sartre, salah satunya adalah pernyataanya yang kemudian  terkenal : Orang Lain Adalah Neraka

Kampung Kota Kita

Agenda launching  buku Kampung Kota Kita-Tim Sosiologi Perkotaan oleh Lab Sosio (ISBN 978-978-185-415-3), pada Sabtu 27 April 2013, berjalan hangat. Acara yang dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Surakarta-Ketua Pokdarwis Surakarta dan dilanjutkan oleh sesi materi oleh Akhmad Ramdhon. Agenda tersebut diikuti oleh Lurah, Camat, Pokdarwis dan peminat budaya di Surakarta.

Ruang-ruang dalam kampung yang luas kini menyempit dan menggiring anak-anak kampung berjejal di ruas-ruas kota tanpa kesadaran tentang asal-usulnya. Bangunan identitas baru lalu dibentuk secara instan lewat pola-pola konsumtif maupun komodifikasi budaya yang melanda kota. Menggerakkan kampung lalu menjadi pilihan dan menjadi momentum untuk memberi ruang bagi kampung-kampung menyuarakan kebutuhannya, mempersoalkan problematikanya dan menjadikan kampung sebagai diskursus baru bagi kota.

Agenda menulis dan mendokumentasikan kampung kota oleh anak-anak muda menjadi urgent untuk meraba-raba kembali identitas mereka secara mental, psikis maupun ruang. Harapannya bisa mengobati amnesia dan keterasingan anak-anak muda dari asal usulnya. Buku ini diharapkan dapat menjadi media untuk bergaul, saling menghargai, memahami perbedaan dan meletakkan pondasi bagi upaya memahami kota lewat dinamika kampung. Ke depan, konstruksi kota harus dibangun lewat tumpukan-tumpukan kesadaran anak-anak muda tentang kampungnya sebab budaya kota adalah hasil akhir konfederasi budaya warga dan kampung sehingga kota tak lagi dimaknai secara tunggal namun dirayakan dengan penuh kegembiraan diatas perbedaan.

Launching Buku

Launching buku, Memahami Pola Kesejahteraan Bersama Warga : penyunting Akbarudin Arif & Akhmad Ramdhon (Kompip Indonesia, 2012). Bersama Aryo Prakosa, Ali Masykur, Jampit Ludiro Pamungkas dan Retno Utami pada Jumat 15/03/2013 di Public Space FISIP Univ Sebelas Maret.

Dalam rentang perubahan yang sangat deras, kerja-kerja pengetahuan mesti mampu membangun inisiasi warga agar berdaya bila berhadapan dengan negara yang senantiasa tak bersahabat. Masyarakat yang berdaya menjadi sebuah tujuan dari proses demokrastisasi dalam alam negara yang modern, dimana masyarakat sadar akan kebutuhannya, paham akan berbagai sebaran informasi dan mampu mengambil inisiatif dalam memperjuangkan hak-haknya. Identitas warga yang mandiri (citizenship) terbangun oleh melebarnya ruang-ruang pengetahuan yang telah diinvestasikan oleh ilmuwan dan aktivis sosial. Keberdayaan warga akan berujung pada orientasi  kebijakan negara yang memihak kebutuhan masyarakat secara luas dan disinilah bingkai dari peran ilmuwan sosial, menemukan kejelasannya.

Ngobrol Buku

Untuk sekian kalinya, Laboratorium Sosiologi Universitas Sebelas Maret mencoba menghadirkan agenda ngobrol buku. Kali ini,  Kamis 11 Oktober 2012, hadir di Public Space FISIP Univ Sebelas Maret, bersama I Ngurah Suryawan-Universitas Negeri Papua. Bersama teman-teman mahasiswa mendikusikan potret kebangsaan yang belum tuntas lewat buku Jiwa Yang Patah. Berbagi kesadaran sesama anak bangsa menjadi pesan utama dari diskusi tersebut dan menuliskan sejarah Papua menjadi agenda dari penulisan buku2 seri Papua oleh anak-anak muda Papua.

Terlampir : jiwa yang patah

latest news